Khutbah Jum’at Hari Ini

KHUTBAH JUM’AT HARI INI

khutbah jumatBa’da Tahmid Wa Tasliim

Sahabat Ibnu Umar ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW, yang menyatakan bahwa beliau tidak meninggalkan sebuah mejelis sebelum mendoakan sahabatnya dengan doa berikut:

Ya Allah, karunikanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan (karuniakanlah untuk kami) ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta (karuniakanlah untuk kami) keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia. Jadikankan kami bisa menikmati dan memanfaatkan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kami hidup. Dan jadikan semua itu sebagai pewaris bagi kami (tetap ada pada kami sampai kematian). Jadikanlah kemarahan dan balas dendam kami hanya kepada orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami. (Ya Allah) Janganlah Engkau turunkan musibah yang  menimpa dien kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami.”

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap manusia akan melalui cobaan, ujian atau musibah dalam hidupnya. Dan Allah menciptakan hidup dan mati karena ingin menguji, siapa di antara kita yang paling baik amalannya.

Dalam doa di atas, Rasulullah SAW menyebutkan dua jenis cobaan atau musibah yang mungkin menimpa orang mukmin. Yakni musibah dunia dan musibah agama.

Musibah dunia sudah biasa kita lihat dan mungkin pernah menimpa kita. Anak yang sakit, usaha yang bangkrut, harga-harga melambung, nilai tukar mata uang yang anjlok, adalah sebagian contoh kesulitan-kesulitan dunia yang kita tidak harapkan. Sedangkan musibah agama yaitu musibah mengancam keimanan. Musibah ini bisa berupa aqidah yang batil, tidak takut pada dosa, melanggar syariat dan terjerumus dalam kemaksiatan-kemaksiatan, melalaikan ibadah, dsb.

Dan untuk menghadapi berbagai cobaan dunia, Rasul SAW mengajarkan kita agar meminta kepada Allah keyakinan hati yang dapat meringankan kita menghadapi cobaan tersebut. Karena Allah telah berfirman: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al-Baqarah [2]: 155). Oleh karena ujian semacam ini sudah ketetapan Allah, maka yang dibutuhkan saat menghadapai musibah adalah kesabaran, prasangka baik, dan tidak mudah berputus asa. Insya Allah dengan kesabaran dan ikhtiar yang sungguh2, ujian-ujian tersebut akan segera berlalu. Ekonomi akan berangsur-angsur pulih, harga-harga kembali normal, dan dengan kesungguhan kita, masalah-masalah hidup bisa kita hadapi dengan lebih tenang.

Tetapi untuk urusan agama, doa yang diminta Rasulullah SAW kepada Allah SWT adalah : Ya Allah, jangan sekali-kali menimpakan musibah terhadapa urusan agama kami. Karena sesungguhnya musibah terbesar yang menimpa seorang hamba adalah musibah yang  menimpa agamanya, musibah meninggalkan ketaatan, musibah terjerumus ke dalam kemaksiatan, musibah kerasnya hati, dan putus hubungan dengan Allah.

Dan musibah-musibah dalam urusan agama kita sekarang sudah sangat merajalela dan dianggap biasa. Sekarang ini sudah jadi pemandangan biasa pada hari Jum’at, orang pada datang setelah khutbah dimulai, bahkan ada yang datang menjelang khutbah selesai. Padahal semua kita pada tahu, bahwa mendengar khutbah merupakan bagian dari rangkaian ibadah jum’at.

Pekan lalu ketika memperingati hari AIDS se-dunia, pemerintah meluncurkan program Pekan Kondom Nasional. Salah satu aksinya adlah bagi-bagi kondom gratsi, termasuk di lembaga pendidikan. Alasannya, untuk mencegah penularan HIV bagi pelaku seks beresiko. Tapi kenapa pula di bagi di kampus-kampus. Aksi semacam itu sebenarnya sama saja dengan pelegalan perzinahan. Boleh berzina, asalkan tidak menimbulkan resiko menularkan virus bagi pasangannya. Sementara pada saat bersamaan, keinginan sebagian polisi wanita untuk mengenakan kerudung saat bertugas, justra dihambat-hambat dan ditunda izinnya. Padahal menutup aurat merupakan kewajiban, dan saudari-saudari kita dari polwan ingin secara sukarela mengenakan dan membeli kerudung sendiri. tapi keinginan untuk mengamalkan agama terhambat karena belum ada izin dari pimpinan. Na’uzubillah.

Dan yang terbaru, sekarang ini di DPR dibahas revisi UU tentang Administrasi kependudukan. Jika revisi ini disahkan, maka Bapak-bapak yang ingin mengrus KTP boleh mengosongkan kolom agama di kartu tsb. Artinya apa, warga negara boleh mengaku beragama, dan jika beragama selain 6 agama yg diakui, kolom tersebut tidak wajib diisi. Ini sama saja dengan membiarkan orang untuk beragama apa saja, atau bahkan tidak beragama sekalipun. Maka jika ini terjadi, besok lusa urusan agama dalam kehidupan berbangsa kita memang tidak lagi dianggap penting.

Tanda-tanda musibah diatas tentu membuat kita prihatin, meskipun tak perlu merasa heran. Karena rupanya mental pemimpin-pemimpin kita bukan mental orang-orang beriman yang takut dosa, dan menganggap urusan akhirat adalah urusan sepele. Semoga Allah menghindarkan kita dari orang-orang seperti itu.

Dan sekali lagi, marilah kita sering-sering berdo’a, agar Allah sekalipun tidak pernah menimpakan musibah yang menimpa urusan agama kita.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s